
Di atas sebuah papan berukuran 8 kali 8 kotak, terhampar medan pertempuran yang tak menumpahkan darah, namun menguji ketajaman pikiran, strategi, dan kesabaran. Ya, itulah permainan catur, olahraga otak yang digemari berbagai kalangan usia. Setiap pemain dibekali 16 buah catur lengkap, terdiri dari satu Raja, satu Ratu, dua Benteng, dua Kuda, dua Patih, hingga delapan Pion. Tujuan utamanya hanya satu: mengepung Raja lawan hingga tak memiliki jalan keluar, atau yang dikenal dengan istilah skakmat.
Olahraga yang penuh taktik ini kembali mendapat tempat istimewa di Kabupaten Tasikmalaya. Berkat inisiatif Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Erry Purwanto M.Si, ajang pertandingan catur yang dijuluki “Liga Catur Dadakan” kini rutin digelar dan menjadi wadah berkumpulnya para penghobi catur. Malam ini, tepat setelah waktu Maghrib tanggal 31 Mei 2026, antusiasme para pecinta catur kembali disalurkan. Lokasi pertandingan bertempat di Saung Koneng, kawasan Kota Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Melalui sambungan telepon,31/05/2026 , Erry Purwanto membenarkan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa liga ini sengaja dibuat santai namun tetap kompetitif, agar olahraga prestasi ini terus hidup dan digemari masyarakat.
Kepada wartawan, Erry juga merinci pembagian hadiah yang akan diperebutkan para peserta sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan mereka:
“Rincian hadiah juara antara lain: Juara I mendapatkan Rp150.000, Juara II Rp100.000, Juara III dan IV masing-masing Rp75.000, serta Juara V dan VI masing-masing Rp50.000,” jelas Erry.
Penyebaran informasi mengenai pertandingan ini dilakukan secara sederhana namun efektif. Erry mengawali undangan melalui pesan di grup WhatsApp, yang kemudian tersebar sambung menyambung hingga menjangkau banyak kalangan penggemar catur. Respon yang diterima pun sangat positif dan antusias.
Bagi warga masyarakat, kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang berlomba. Catur dikenal sebagai olahraga yang mendidik, melatih logika berpikir, merencanakan langkah ke depan, serta mengajarkan tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Melalui Liga Catur Dadakan ini, diharapkan bibit-bibit atlet berprestasi di Kabupaten Tasikmalaya semakin bermunculan, sekaligus menjaga tradisi olahraga otak yang sarat nilai edukasi ini tetap lestari.
Reporter : Santi Nurmayant










