Tondano AP 06/07/25 . Berbatassan dengan Kelurahan Kampungjawa di Sebelah selatan, di belah Utara dengan Desa Tanggari Kabupaten Minahasa Utara, dan Sungai DAS Tondano di sebelah Barat, serta Hutan Lindung disebelah Timur, Desa Tonsealama dikenal dengan desa Bhineka Tunggal Ika karena keunikann penduduknya yang beraneka ragam suku agama dan ras, karna adanya Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) sehingga para pekerja atau karyawan dari berbagai penjuru datang dan tinggal menetap, bahkan kawin mawin dengan warga desa Tonsealama, apalagi dengan kehadiran Kelurahan Kampungjawa Tondano menjadikan lebih unik sebab banyak warga muslim dari berbagai daerah datang dan menetap di desa ini.

Desa Tonsealama, oleh Pemerintah lewat Bupati Minahasa telah menetapkan sebagai Desa Cantik atau desa “Cinta Stattistik’, lewat program dari Badan Statistik (BPS) yang bertujuan untuk meningkatkan Pemahaman dan penggunaan data statistik di tingkat Desa. Namun Warga Cantik Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara terancam Punah.

Hukum Tua Desa Tonsealama Estefanus Dimpudus, AMD mengatakan bahwa warganya terutama para wanita produktif dua tahun terahir ini minim hamil, sebab dari data yang ada pada kami, kematian lebih banyak dari pada kelahiran. Tahun lalu yang meninggal sebanyak 30 orang, yang hamil dan melahirkan hanya 5 orang, dan pertengahan tahun ini meninggal sudah 15 orang dan yang hamil dan melahirkan baru 3 orang.
Beliau menegaskan; kalau begini terus, bahwa yang meninggal lebih banyak daripada lahir, diprediksi 10 tahun atau 20 tahun kedepan masyarakat desa tonsealama akan punah, sehingga kuntua akan mengusulkan kepada pemerintah kabupaten untuk menganggarkan berupa hadiah bagi wanita produktif di daesa tonsealama jika berhasil hamil akan diberi hadiah, tentunya hamil dengan pasangan yang sah, bukan dengan orang lain, yang di kemudian disambut gelak tawa para wanita di desa tonsealama dalam suatu pertemuan di acara duka. Tegas Hukum Tua Estefanus Dimpiudus, AMD yang disapa Kuntua Ade
Akibat statment kuntua Ade ini, Para wanita tua para oma oma di desa yang sudah tidak produktif lagi, mengatakan bahwa; kalau saja kuntua ade boleh menyiapkan ramuan untuk membuat kami boleh hamil lagi, maka kami siap untuk hamil atau dihamili, untuk kelanjutan demi desa tonsealama agar tidak punah, yang kemudian disambut gelak tawa genit para wanita produktif.

Pemerintah saat ini memang telah berupaya untuk mendorong angka kelahiran dengan melaksanakan program salah satunya kawin massal, sehingga bisa hamil dengan pasangan yang sah, ungkap Aldrin Chritian, SSTp, yang adalah pelayan khsusus di Desa Tonsealama. Dan Pemerintah telah mencanangkan bahwa program Keluarga Berencana untuk menekan angka kelahiran telah berubah menjadi Keluarga Berkualitas, sehingga akan banyak wanita yang hamil demi kelangsungan generasi selanjutnya ungkap Kuntua Ade. Semoga banyak yang hamil.
(red)











